General Competency
Sample reportKompetensi

General Competency

Participant: Peserta Contoh · synthetic data for illustration

This is a sample report with synthetic scores — not a real participant. Real reports are generated per session by the scoring engine and are only accessible to the authorized company.

Data Peserta
Nama
Maya Anggraeni Putri
Posisi Dituju
Supervisor Operasional
Usia
33 tahun
Pendidikan
S1 Teknik Industri
Detail Pelaksanaan
Framework
Model Kompetensi Generik (5 klaster)
Durasi
27 menit
Kelengkapan
40 dari 40 butir
Bahasa
Bahasa Indonesia

Ringkasan Eksekutif

Secara keseluruhan, profil Kompetensi Umum milik Maya Anggraeni Putri berada pada tingkat tinggi (rata-rata 68 dari 100). Dimensi paling menonjol adalah Work Competence (80), sedangkan Business Acumen (58) paling perlu diperhatikan.

Work CompetenceSangat Tinggi
80

Mutu, perencanaan, eksekusi tugas.

People & RelationshipTinggi
74

Komunikasi, empati, kolaborasi.

Drive & EmotionTinggi
66

Motivasi, resiliensi, regulasi emosi.

LeadershipSedang
62

Keputusan, visi, pengembangan tim.

Business AcumenSedang
58

Pemahaman bisnis & strategi.

Kekuatan
Work Competence · People & Relationship
Area Pengembangan
Business Acumen
Logika perhitungan
  • Skor tiap dimensi = persentase poin peserta terhadap poin maksimum dimensi (0–100).
  • Rata-rata profil = (80 + 74 + 66 + 62 + 58) ÷ 5 = 68.
  • Band: ≥80 Sangat Tinggi · 65–79 Tinggi · 45–64 Sedang · 30–44 Rendah · <30 Sangat Rendah.

Pola Menonjol — Dinamika Antar-Dimensi

Profil kompetensi peserta paling kuat pada Work Competence (80) dan People & Relationship (74) — kombinasi yang menggambarkan eksekutor andal sekaligus kolaborator yang baik, fondasi kokoh untuk peran penyelia lini pertama. Leadership (62) dan Business Acumen (58) menjadi area pengembangan utama; pola ini lazim pada individu yang kuat secara operasional dan tengah bertransisi menuju peran kepemimpinan. Investasi pada dua aspek ini akan menentukan kesiapannya naik ke jenjang manajerial.

Interpretasi Mendalam per Dimensi

Work Competence

Pada level sangat tinggi (80), Work Competence merupakan salah satu kekuatan yang menonjol pada peserta. Dalam praktik kerja, hal ini tampak sebagai kecenderungan unggul dalam perencanaan, menjaga mutu, dan menuntaskan eksekusi tugas. Pola ini menjadi modal positif yang dapat diandalkan dalam menjalankan peran sehari-hari.

People & Relationship

Pada level tinggi (74), People & Relationship merupakan salah satu kekuatan yang menonjol pada peserta. Dalam praktik kerja, hal ini tampak sebagai kecenderungan komunikatif, empatik, dan efektif membangun kolaborasi. Pola ini menjadi modal positif yang dapat diandalkan dalam menjalankan peran sehari-hari.

Drive & Emotion

Pada level tinggi (66), Drive & Emotion merupakan salah satu kekuatan yang menonjol pada peserta. Dalam praktik kerja, hal ini tampak sebagai kecenderungan termotivasi dan cukup tangguh mengelola emosi di tempat kerja. Pola ini menjadi modal positif yang dapat diandalkan dalam menjalankan peran sehari-hari.

Leadership

Pada level sedang (62), Leadership berada pada tingkat moderat. Peserta menampilkan kepemimpinan secukupnya sesuai tuntutan situasi — tidak menjadi ciri paling menonjol, namun memadai untuk kebutuhan kerja umum. Pada situasi yang menuntut area ini secara intensif, peserta akan terbantu oleh dukungan, latihan, atau penguatan terarah — misalnya program kepemimpinan dan pengalaman memimpin proyek.

Business Acumen

Pada level sedang (58), Business Acumen berada pada tingkat moderat. Peserta menampilkan pemahaman bisnis secukupnya sesuai tuntutan situasi — tidak menjadi ciri paling menonjol, namun memadai untuk kebutuhan kerja umum. Paparan pada konteks bisnis lintas fungsi dan metrik organisasi akan memperkuat area ini.

Interpretation

Eksekutor andal sekaligus kolaborator yang baik: Work Competence (80) dan People & Relationship (74) menonjol — fondasi kokoh untuk peran penyelia lini pertama yang menjaga mutu operasional dan mengoordinasikan tim. Leadership (62) dan Business Acumen (58) menjadi area pengembangan utama; pendampingan dan paparan strategis terstruktur akan menentukan kesiapannya berkembang dari penyelia menjadi pemimpin operasional yang utuh.

Catatan Metodologi & Keterbatasan

  • General Competency mengacu pada Model Kompetensi Generik (5 klaster); skor menggambarkan kecenderungan relatif. Kesesuaian dinilai relatif terhadap tuntutan peran, bukan kategori benar/salah.
  • Skor disajikan pada skala terstandar 0–100 dengan interpretasi lima band. Penyetaraan terhadap kelompok norma (norm group) populasi Indonesia dijadwalkan pada pemutakhiran berikutnya.
  • Hasil merupakan satu sumber informasi pendukung; gunakan bersama wawancara, rekam jejak, dan data lain. Bukan dasar tunggal keputusan seleksi atau penempatan.
  • Laporan bersifat rahasia dan hanya untuk pihak yang berkepentingan dalam proses asesmen peserta.
PRIMA Talenta